KYC atau Know Your Customer adalah proses mengenali dan memverifikasi identitas nasabah sebelum atau selama menjalin hubungan bisnis untuk kebutuhan compliance. Di Indonesia, penerapan KYC berkaitan erat dengan Customer Due Diligence (CDD) dan program APU PPT PPPSPM, terutama bagi sektor yang memiliki kewajiban untuk mengidentifikasi dan memverifikasi nasabah.
Sekarang proses KYC juga dapat dilakukan secara digital tanpa perlu melakukan verifikasi secara tatap muka melalui Electronic Know Your Customer (eKYC). Bagi perusahaan yang ingin beralih ke proses digital, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat onboarding lebih praktis, tetapi juga memastikan proses verifikasi tetap memenuhi kebutuhan compliance.
Regulasi KYC di Indonesia
eKYC tidak diatur dalam satu regulasi yang berlaku untuk semua sektor. Ketentuannya mengikuti regulasi dan karakteristik masing-masing industri.
Sektor jasa keuangan, POJK No. 8 Tahun 2023 mengatur identifikasi dan verifikasi nasabah secara digital, termasuk melalui pihak ketiga. Dalam mekanisme non-tatap muka, proses verifikasi dapat menggunakan data kependudukan dan faktor biometrik, dengan data kependudukan yang diterbitkan Dukcapil.
Sedangkan sektor perbankan, POJK No. 21 Tahun 2023 tentang Layanan Digital ole Bank Umum juga mewajibkan bank melakukan identifikasi dan verifikasi nasabah dalam layanan digital.
Yang perlu diperhatikan adalah menggunakan provider eKYC tidak berarti tanggung jawab KYC berpindah ke provider. PJK tetap bertanggung jawab atas proses compliance, sementara provider menyediakan teknologi untuk mendukung proses verifikasi.
Pilih eKYC yang bukan hanya praktis, tetapi juga mendukung kebutuhan compliance bisnis.
KYC vs eKYC: Apa Perbedaannnya?
KYC dan eKYC sama-sama memverifikasi identitas. Bedanya, eKYC membuat proses berjalan secara digital. Lalu, apa bedanya bagi bisnis?
| Pertimbangan | KYC Konvensional | eKYC |
| Customer Journey | Lebih banyak langkah | Lebih praktis |
| Operasional | Banyak proses manual | Lebih otomatis |
| Volume Nasabah | Tim ikut bertambah saat frekuensi naik | Lebih mudah scale up |
| Kecepatan | Bergantung pada proses & tim | Lebih cepat & real-time |
| Human Error | Lebih berisiko terjadi | Minim dengan otomatisasi |
| Tracking | Perlu dokumentasi manual | Terekam secara digital |
| Implementasi | Lebih sederhana | Perlu integrasi & provider |
Bedanya KYC dan eKYC bukan cuma “manual vs digital”. Buat bisnis, dampaknya bisa terasa sampai ke proses onboarding, beban tim, dan kemampuan menangani nasabah dalam jumlah besar.
Ketika semuanya mulai serba digital, eKYC membuat proses verifikasi ikut bergerak lebih cepat. Onboarding bisa berjalan tanpa terlalu bergantung pada proses manual, sehingga bisnis lebih siap ketika jumlah pengguna terus bertambah.
Manfaat eKYC untuk Bisnis
Memilih eKYC dibandingkan KYC konvensional bisa membantu bisnis membuat proses onboarding lebih efisien, dari pekerjaan tim hingga pengalaman nasabah.
| Benefit | Impact ke bisnis |
| Operasional lebih ringan | Kurangi pekerjaan verfikasi yang repititif |
| Tim lebih fokus | Manual review fokus ke kasus yang perlu ditindaklanjuti |
| Lebih mudah scale | Frekuensi nasabah bertambah, beban tim tetap terkendali |
| Customer experience lebih mulus | Verifikasi bisa dilakukan kapan dan dari mana saja |
Proses yang serba digital bukan berarti tanpa tantangan. Verifikasi tetap bisa gagal ketika data, dokumen, atau identitas pengguna tidak dapat divalidasi dengan baik.
Kenapa Verifikasi eKYC Bisa Ditolak?
Teknologi sekarang makin pintar. Begitu juga cara memanipulasi identitas. Karena itu, eKYC perlu memastikan bukan hanya “siapa Anda?”, tetapi juga “benar Anda yang sedang diverifikasi?”
Beberapa hal yang bisa membuat verifikasi gagal:
- Data tidak cocok → data pengguna berbeda dengan dokumen/database.
- Dokumen bermasalah → Dokumen identitas buram, rusak, atau tidak valid.
- Face mismatch → wajah pengguna tidak sesuai dengan identitas.
- Deepfake & spoofing → foto, video, atau wajah sintetis digunakan untuk mengakali verifikasi.
Lalu, bagaimana eKYC membedakan identitas asli dari yang sudah dimanipulasi? Jawabannya, lewat beberapa tahap pengecekan yang saling melengkapi.
Cara Kerja eKYC dalam Proses Verifikasi Identitas
Proses eKYC dilakukan melalui beberapa tahap untuk memastikan data identitas dan wajah pengguna dapat diverifikasi dengan baik.
1. Data Capture
Pengguna mengunggah dokumen identitas, kemudian Optical Character Recognition (OCR) membaca dan mengekstrak data dokumen secara otomatis untuk membantu memeriksa kelengkapan dan mendeteksi kejanggalan.
2. Face Matching
Sistem mencocokkan wajah dengan dokumen identitas, sekaligus memverifikasi NIK dan biometrik ke database Dukcapil secara real-time untuk memastikan data sesuai.
3. Liveness Detection
Pengguna melakukan verifikasi secara langsung melalui kamera, kemudian sistem memastikan bahwa yang diverifikasi benar-benar real human, bukan foto, video, atau hasil manipulasi AI/deepfake.
Setelah Proses eKYC, Lanjut ke Screening Risiko
Beberapa penyedia eKYC, tidak hanya membantu verifikasi identitas, tetapi juga mendukung proses screening nasabah. SIJITU sendiri telah melalui regulatory sandbox IKD OJK dan direkomendasikan sebagai Penyedia Layanan Teknologi Informasi melalui Surat No. S-13/D.07/2024.
SIJITU menyediakan Watchlist Name Screening untuk membantu memeriksa latar belakang dan mengidentifikasi risiko nasabah. Pada fitur ini mencakup berbagai kategori profil dan entitas yang perlu diperhatikan dalam proses screening, seperti PEP, RCA, SIP, dan lain-lain.
Memilih Solusi eKYC untuk Bisnis
Jangan pilih eKYC hanya karena instan dan cepat. Pastikan solusinya sesuai kebutuhan compliance, mudah diintegrasikan, dan bisa mengikuti pertumbuhan bisnis.
| Yang perlu dicek | Kenapa penting? |
| Akurasi verifikasi | Pastikan data, dokumen, dan biometrik dapat diverifikasi dengan baik |
| Liveness detection | Pastikan sistem bisa membedakan pengguna real human dari foto, video, ata deepfake |
| Screening & risk profiling | Lebih praktis jika verifikasi bisa dilanjutkan ke screening dan penilaian risiko |
| Compliance | Prosesnya sesuai dengan kebutuhan eKYC dan regulasi yang berlaku |
Verifikasi Nasabah Lebih Praktis Pakai eKYC SIJITU
eKYC SIJITU membantu bisnis memverifikasi identitas nasabah, lalu melanjutkan proses ke Watchlist Name Screening, Internal Screening, dan Risk Screening.
Dengan alur yang terhubung, proses KYC dapat berjalan lebih praktis tanpa harus berpindah dari satu solusi ke solusi lainnya.
Kenali eKYC SIJITU untuk melihat bagaimana verifikasi identitas dapat dilanjutkan dengan screening dan risk profiling untuk mendukung proses KYC bisnis.
Masih punya pertanyaan soal eKYC? Segera konsultasikan dengan tim SIJITU!
Komentar Terbaru